A-Q RINDU
(Sebuah pesan dari eM-eR Q)
Ku persembahkan buat aktivis LDK akhi and ukhti di Palembang dan seluruh pelosok negeri ini.
Kerinduan yang terpendam di hati, amat susah diungkapkan. Ingin ku ungkapkan ini dalam tulisan. Ingin ku ungkapkan ini dalam muhasabah. Ingin ku ungkapkan ini dalam mengenang masa-masa ghiroh ku dulu. Aku rindu Seperti yang dulu, aku rindu merasakan apa yang aku rasakan dulu… Dalam shalat malamku, aku memanjakan tetesan air mataku sambil mengadu kepada Allah, meratapi futur yang merongrong diriku. Aku rindu halaqah, aku rindu dakwah, aku rindu jamaah, Tuhan…sungguh aku rindu segalanya. Aku berkata lirih ditemani hiliran angin malam yang menggetarkan jiwa, ditambah lantunan ayat-ayat tilawahku…
AKU RINDU…
YA ALLAH, AKU RINDU
• Aku rindu zaman itu….
• Aku rindu zaman ketika halaqah adalah kebutuhan bukan sekedar sambilan apalagi hiburan.
• Aku rindu zaman ketika tarbiyah adalah tadhiyah, bukan pelarian, lebih lebih mencari teman sejati.
• Aku rindu zaman ketika hadir LQ adalah kerinduan, terlambat berarti menanggung malu dan bolos tanpa izin adalah aib…
AKU RINDU…
• Aku rindu zaman ketika LQ selalu membawa AlQur’an terjemahan, alat tulis,buku catatan, infak dan di tambah sedikit hapalan bahkan presentasi buku islami.
• Aku rindu zaman ketika anggota kelompok kita ngumpulin uang dan bahan bahan kebutuhan teman LQ kita yang walimah.
• Aku rindu zaman ketika binaanku menangis tersedu-sedu ketika mengadukan masalahnya.
• Aku rindu zaman ketika salah satu teman tertimpa musibah kita mengumpulkan pakaian dan bahan makanan dirumahnya.
AKU RINDU…
• Aku rindu ketika tarbiyah ini menjadi awal bangkitnya ruh-ruh jihad, memunculkan petarung sejati.
• Aku rindu zaman ketika lantunan ayat suci danzikir menjadi nyanyian hati dan almatsurat sebagai pembuka hati.
• Aku rindu zaman ketika Tsiqah menjadi kekuatan bukan keraguan apalagi kecurigaan.
• Aku rindu zaman ketika tausiyah menjadi peringatan sekaligus penyejuk hati, bukan suudzan apalagi sindiran.
• Aku rindu zaman ketika Tsabat adalah hati dan jiwa yang tegar walau banyak rintangan, buah dari sabar meniti jalan, teguh dalam barisan, Tsiqah dalam perjuangan.
AKU RINDU…
• Aku rindu zaman ketika ikhlas adalah memberi bersedia dengan banyak kehilangan dengan sedikit menerima hanya mengharap ridha Allah SWT.
• Aku rindu zaman ketika dauroh menjadi kebutuhan, bukan sekedar pelengkap pongisi program yang dipaksakan.
• Aku rindu zaman ketika aksi turun ke jalan, kulit yang terpanggang oleh teriknya matahari dan tubuh menggigil tersiram hujan. Dengan meneriakan dan memperjuangkan sesuatu yang haq dan memerangi sesuatu yang bathil. Dengan gemuruh takbir ALLAHU AKBAR…!!!
AKU RINDU…
• Aku rindu zaman ketika Kita pulang LQ kesorean atau kemalaman dan mesti memanjat pagar rumah kost agar bisa masuk, tanpa mendapat syair lain dari sang ibu kost.
• Aku rindu zaman ketika hampir saja mata ini terlelap, tiba-tiba dating SMS singkat “ Afwan Akh, tolong buat proposal untuk dauroh sekarang juga, syukron.” padahal jam weker baru saja melewati
pukul 22:30 WIB. ( gak kebayangkan..Subhanallah….)
• Aku rindu zaman ketika saudara seperjuanganku dengan penuh semangat kerap bertanya “Akh,,, apa yang bisa ane Bantu?” Atau jawaban dengan nada yang optimis “Insyaallah akh…”
• Aku rindu zaman ketika shubuh shubuh kita sudah sibuk ngurusi pamphlet, berbisnis, berliqo’, dan berdakwah ke kampus.
AKU RINDU…
• Bermimpilah tentang apa yang kita impikan.
• Pergilah ke tempat yang kita ingin pergi.
•Karena kita hanya memiliki satu kehidupan.
• Dan satu kesempatan untuk melakukan yang terbaik dalam pandangannya.
• Semoga mendapatkan kebahagiaan yang cukup, untuk membuatmu lebih bersyukur.
• Cobaan yang cukup untuk membuatmu sabar, luluh hati, teduh wajahmu.
• Dan pengorbanan yang cukup untuk membuatmu bahagia di sisinya.
AKU RINDU ZAMAN ITU…
• Aku rindu zaman ketika kita semua memberikan segalanya untuk dakwah ini.
• Wahai jiwa-jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas, ikhlas dan penuh dengan keridhoan-Nya.
• Pokoknya aku rindu…rindu…rindu…!!! Enggak kebayangkan Sebuah Tausiyah dari murobbiku.
• Thank you so much my murobby for all you trow.
• Jazakalah khoiron katsiron murobbyku, Antum yang selalu…selalu…dan selalu membuat ane tetap semaaaangat untuk menggemakan takbir ALLAHU AKBAR…
• Tausiyahmu, marahmu, dan sindiranmulah yang membuatku ingin terus bangkit, AKU RINDU marahmu, AKU RINDU tausiyahmu, AKU RINDU sindiranmu, AKU RINDU Ceramahmu, AKU RINDU Tugas Darimu, dan AKU RINDU semua nasihatmu. AKU RINDUUU…!!!
( Saat menulis, sempat menangis dalam hati. Ingat masa lalu ketika murobby adalah segalanya, baik seorang ustad seorang kakak.Tempat ane curhat, sebagai bapak tempat ane mohon pertolongan. Dan…hem…banyak kata yang tak sanggup ane ungkapkan….syukron-syukron syukron mungkin hanya kata itu yang sanggup terlontar dari mulutku)